Tugas UAS: Martasari Widiastuti - 5106201809 -
Studi kasus: Software Simulasi Model Longsor Savage-Hutter Pada Complex Basalt Topography
Software Simulasi Model Longsor Savage-Hutter Pada Complex Basalt Topography adalah software untuk memprediksi lokasi massa longsor pada waktu tertentu. Software tersebut saya buat dalam rangka mensupport skripsi saya yang berjudul Simulasi Model Longsor Savage-Hutter Pada Complex Basalt Topography. Permasalahan software yang dibahas pada kasus ini sangatlah kompleks, hal ini dikarenakan proses software itu sendiri yang masih bersifat black box, yaitu belum adanya kejelasan target pada setiap tahapan prosesnya … lihat detail. http://s2informatics.wordpress.com/
Rabu, 20 Juni 2007
Selasa, 12 Juni 2007
Strategi Percepatan Penerapan Pendidikan Berbasis ICT di Daerah Tertinggal
Oleh: Martasari Widiastuti -5106201809-
Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas, namun tidak semua wilayah itu terjangkau oleh teknologi yang memadai. Banyak daerah pelosok yang masih kesulitan untuk menerapkan sistem pendidikan yang layak. Sedangkan di daerah metropolitan pendidikan serta perkembangan ICT sudah begitu luasnya. Percepatan perkembangan ICT di daerah metropolitan ini belum diimbangi oleh perkembangn ICT di daerah pelosok (tertinggal). Pendidikan di daerah ini berjalan apa kadarnya dengan peralatan yang minimal. Akibatnya terjadi berbagai ketimpangan tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan pengalaman dari negara-negara yang telah sukses menerapkan ICT untuk mengembangkan pendidikan di negaranya, maka pengalaman tersebut hendaknya menjadi motivasi serta referensi bagi pemerintah untuk mewujudkan pasal 31 UUD 45: ”Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak”. Kita dapat menggali pengalaman dari negara Thailand (dikutip dari: Belawati, tian., Thailand-ICT Use In Education), rencana nasional Thailand untuk mengintegrasikan sarana dan prasarana dalam pendidikan dan pelatihan pada semua jenjang tidak hanya pada bidang sains dan teknologi namun juga mencakup seluruh aspek. Hal ini memunculkan inisiatif Thailand untuk melakukan beberapa hal berikut: (1) Menyediakan guru, dosen, profesor, siswa dan mahasiswa kesempatan untuk belajar mengimplementasikan ICT. (2) Menciptakan link untuk sekolah, universitas, dan perpustakaan online. (3) Optimalisasi pemanfaatan ICT dan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan akan pebelajaran yang kontinu. Perhatian yang khusus ditujukan bagi masyarakat tertentu yang masih belum familiar dengan ICT. Metode dari Thailand tersebut dapat kita generalisasi untuk memberikan solusi bagi kesenjangan pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pelosok (tertinggal). Solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pemerintah dalam mengatasi hal tersebut diantaranya adalah: (1) Duta daerah tertinggal — Program untuk mengundang duta daerah tertinggal yang terdiri dari perwakilan guru, dosen, siswa maupun mahasiswa dari daerah tersebut untuk mengikuti paket pelatihan pengenalan dan pemanfaatan ICT untuk daerahnya. Bagi mereka yang menjadi duta daerah diberi persyaratan untuk menggali kelemahan daerahnya khususnya bidang pendidikan dan setelah menempuh paket pelatihan mereka diharapkan mampu menjawab solusi untuk daerahnya terkait dengan pemanfaatan ICT. Dengan adanya duta daerah tertinggal tersebut diharapkan mampu menularkan pengetahuan tentang ICT kepada masyarakat di daerahnya. (2) Simple Link– Setelah mengetahui daerah-daerah yang masih belum menerapkan ICT, maka diharapkan pemerintah membuatkan simple link dalam setiap instansi pendidikan untuk akses informasi bagi masyarakan daerah tersebut. (3) Optimalisasi potensi ICT daerah tertinggal–Pemberdayaan duta daerah tertinggal untuk memberikan ilmunya kepada masyarakat dengan reward berupa fasilitas ICT (Duta daerah di beri fasilitas laptop atau garansi internet gratis). Kegiatan ini dapat direalisasikan dalam bentuk pelatihan pemanfaatan ICT. Dengan mengundang duta daerah tertinggal yang dilatih paket penerapan ICT untuk kemudian mereka diberi kewajiban untuk mentransfer ilmu tersebut di daerah mereka. Diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas, namun tidak semua wilayah itu terjangkau oleh teknologi yang memadai. Banyak daerah pelosok yang masih kesulitan untuk menerapkan sistem pendidikan yang layak. Sedangkan di daerah metropolitan pendidikan serta perkembangan ICT sudah begitu luasnya. Percepatan perkembangan ICT di daerah metropolitan ini belum diimbangi oleh perkembangn ICT di daerah pelosok (tertinggal). Pendidikan di daerah ini berjalan apa kadarnya dengan peralatan yang minimal. Akibatnya terjadi berbagai ketimpangan tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Berdasarkan pengalaman dari negara-negara yang telah sukses menerapkan ICT untuk mengembangkan pendidikan di negaranya, maka pengalaman tersebut hendaknya menjadi motivasi serta referensi bagi pemerintah untuk mewujudkan pasal 31 UUD 45: ”Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak”. Kita dapat menggali pengalaman dari negara Thailand (dikutip dari: Belawati, tian., Thailand-ICT Use In Education), rencana nasional Thailand untuk mengintegrasikan sarana dan prasarana dalam pendidikan dan pelatihan pada semua jenjang tidak hanya pada bidang sains dan teknologi namun juga mencakup seluruh aspek. Hal ini memunculkan inisiatif Thailand untuk melakukan beberapa hal berikut: (1) Menyediakan guru, dosen, profesor, siswa dan mahasiswa kesempatan untuk belajar mengimplementasikan ICT. (2) Menciptakan link untuk sekolah, universitas, dan perpustakaan online. (3) Optimalisasi pemanfaatan ICT dan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan akan pebelajaran yang kontinu. Perhatian yang khusus ditujukan bagi masyarakat tertentu yang masih belum familiar dengan ICT. Metode dari Thailand tersebut dapat kita generalisasi untuk memberikan solusi bagi kesenjangan pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pelosok (tertinggal). Solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pemerintah dalam mengatasi hal tersebut diantaranya adalah: (1) Duta daerah tertinggal — Program untuk mengundang duta daerah tertinggal yang terdiri dari perwakilan guru, dosen, siswa maupun mahasiswa dari daerah tersebut untuk mengikuti paket pelatihan pengenalan dan pemanfaatan ICT untuk daerahnya. Bagi mereka yang menjadi duta daerah diberi persyaratan untuk menggali kelemahan daerahnya khususnya bidang pendidikan dan setelah menempuh paket pelatihan mereka diharapkan mampu menjawab solusi untuk daerahnya terkait dengan pemanfaatan ICT. Dengan adanya duta daerah tertinggal tersebut diharapkan mampu menularkan pengetahuan tentang ICT kepada masyarakat di daerahnya. (2) Simple Link– Setelah mengetahui daerah-daerah yang masih belum menerapkan ICT, maka diharapkan pemerintah membuatkan simple link dalam setiap instansi pendidikan untuk akses informasi bagi masyarakan daerah tersebut. (3) Optimalisasi potensi ICT daerah tertinggal–Pemberdayaan duta daerah tertinggal untuk memberikan ilmunya kepada masyarakat dengan reward berupa fasilitas ICT (Duta daerah di beri fasilitas laptop atau garansi internet gratis). Kegiatan ini dapat direalisasikan dalam bentuk pelatihan pemanfaatan ICT. Dengan mengundang duta daerah tertinggal yang dilatih paket penerapan ICT untuk kemudian mereka diberi kewajiban untuk mentransfer ilmu tersebut di daerah mereka. Diharapkan dapat menjadi solusi bagi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
Senin, 11 Juni 2007
The Miracle Of Life
Bismillahirrohmanirrohiim
...just imagine...
Setiap bayi yang lahir ia menangis ...
Ternyata ia bersedih karena berpisah dengan alam surga tempatnya semula ...
Bayi tersebut juga takut jika kelak ia tersesat dengan kemilau indahnya dunia yang menyebabkan ia tidak dapat kembali ke alam surganya ...
Oleh karena itu ia berdoa kepada Allah untuk tetap berada di alam surganya ...
Dan Allahpun mengabulkannya ...
Dan bayi itupun langsung meninggal saat terlahir ke dunia ...
Kita adalah bayi yang kini telah tumbuh dewasa ...
Kita tidak sadar bahwa kita telah sanggup untuk memilih menccipi dunia ini ...
namun bagaimana kondisi kita saat ini ...
Apakah kita memang terlena oleh indahnya dunia ...
Dunia yang menawarkan sejuta fana ...
Apakah kita kelak akan kembali ke alam surga ...
dan tersenyum saat kembali kepadaNya ...
Terinspirasi dari 7 springs lectures
...just imagine...
Setiap bayi yang lahir ia menangis ...
Ternyata ia bersedih karena berpisah dengan alam surga tempatnya semula ...
Bayi tersebut juga takut jika kelak ia tersesat dengan kemilau indahnya dunia yang menyebabkan ia tidak dapat kembali ke alam surganya ...
Oleh karena itu ia berdoa kepada Allah untuk tetap berada di alam surganya ...
Dan Allahpun mengabulkannya ...
Dan bayi itupun langsung meninggal saat terlahir ke dunia ...
Kita adalah bayi yang kini telah tumbuh dewasa ...
Kita tidak sadar bahwa kita telah sanggup untuk memilih menccipi dunia ini ...
namun bagaimana kondisi kita saat ini ...
Apakah kita memang terlena oleh indahnya dunia ...
Dunia yang menawarkan sejuta fana ...
Apakah kita kelak akan kembali ke alam surga ...
dan tersenyum saat kembali kepadaNya ...
Terinspirasi dari 7 springs lectures
Langganan:
Entri (Atom)